Pertama, sesuaikan ukuran koper dengan kapasitas barang yang akan Anda bawa berlibur. Jika hanya berlibur dengan periode singkat, koper dengan ukuran kabin pesawat cukup untuk 2 hingga 3 hari perjalanan.

Kedua, pilih bahan koper yang awet dan tidak mudah rusak. Terdapat dua pilihan yaitu koper berbahan hardcase dan berbahan softcase. Anda bisa memilih koper berbahan polycarbonate yang cukup ringan dan tidak mudah retak. Untuk jenis koper softcase sebaiknya pilih yang memiliki bahan ballistic nylon yang terkenal cukup awet dan tidak mudah sobek.

Ketiga, pastikan gagang (handle), resleting, dan roda koper sesuai dengan kondisi perjalanan Anda. Untuk gagang koper, Anda bisa memilih yang terdiri dari dua bar daripada satu bar. Perhatikan juga apakah keberadaan gagang mempengaruhi kapasitas penyimpanan di koper atau tidak.

Pilih juga koper dengan resleting dari bahan logam yang tidak mudah rusak saat diseret atau terbanting saat proses pengangkutan di bandara. Untuk roda koper, terdapat dua jenis yaitu dengan dua roda (upright) dan empat roda (spinner). Koper jenis upright akan lebih mudah ditarik di atas permukaan yang tidak rata dan mudah bermanuver di antara keramaian. Sementara koper jenis spinner akan memudahkan penggunanya bergerak tanpa terpengaruh berat beban di koper dan tepat digunakan di permukaan jalan yang halus.

Keempat, perhatikan keamanan dari koper yang akan Anda beli. Pemilihan bahan dan resleting yang tidak mudah disobek dan dirusak adalah faktor utama. Selanjutnya, sebisa mungkin ada kunci atau gembok untuk menjamin keamanan koper. Koper dengan standar keamanan internasional sudah banyak ditemui di pasaran, yaitu koper yang dilengkapi dengan kunci standar TSA (Travel Sentry Approved).

Kelima, pastikan Anda mengenali dengan baik bentuk dan warna koper Anda. Banyaknya produk koper dengan bentuk dan warna yang sama membuat potensi tertukar koper di bandara semakin besar. Anda bisa memberi tanda seperti pita atau label nama di koper Anda.

Source : travel.kompas.com